Rabu, 17 Desember 2025

Sorotan:​"Sumatera Utara di Persimpangan: Dilema Mencari Keseimbangan di Antara Ekspansi Sawit dan Kelestarian Hutan"

 

Kerusakan Hutan ,Alih Fungsi Hutan Yang Kerap Menjadi Kebun Sawit Di Sumatra Utara 

Oleh:Adrian Tanjung 

Sumatera Utara (Sumut) saat ini berada di persimpangan jalan yang sulit: antara menjaga paru-paru dunia atau memacu nadi ekonomi. Dilema ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan realitas hidup yang menyentuh hutan hujan tropis dan hamparan perkebunan kelapa sawit yang tak berujung.

Berikut adalah narasi yang menggambarkan kompleksitas dilema tersebut:

1. Sisi Ekonomi: Emas Hijau Penopang Hidup

Bagi banyak warga Sumut, kelapa sawit adalah "emas hijau". Provinsi ini merupakan salah satu produsen sawit terbesar di Indonesia. Perkebunan ini telah:

 * Mengentaskan Kemiskinan: Memberi penghidupan bagi jutaan petani swadaya dan buruh kebun.

 * Infrastruktur: Menstimulasi pembangunan jalan dan pusat ekonomi baru di wilayah pelosok seperti Labuhanbatu dan Langkat.

 * Devisa Negara: Menjadi komoditas ekspor unggulan yang menjaga stabilitas ekonomi regional.

2. Sisi Ekologis: Warisan yang Terkikis

Di sisi lain, perluasan lahan sawit sering kali harus "bertabrakan" dengan kawasan hutan, termasuk Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Dampaknya sangat nyata:

 * Kehilangan Biodiversitas: Habitat asli Orangutan Sumatera, Harimau, dan Gajah semakin menyempit, memicu konflik antara manusia dan satwa liar yang sering berakhir tragis.

 * Bencana Alam: Hilangnya daerah resapan air di hulu mengakibatkan banjir bandang berkala di daerah hilir, seperti yang sering terjadi di Tebing Tinggi atau Medan.

 * Krisis Iklim: Pelepasan karbon dari pembukaan lahan hutan mempercepat pemanasan global.

3. Titik Temu: Mencari Jalan Tengah

Dilema ini tidak bisa diselesaikan dengan memilih salah satu dan membuang yang lain. Tantangannya adalah bagaimana menjalankan pembangunan berkelanjutan. Beberapa langkah krusial yang sedang diperjuangkan meliputi:

 * Rejuvenasi (Replanting): Meningkatkan hasil panen di lahan yang sudah ada daripada membuka hutan baru.

 * Sertifikasi Ketat: Mendorong petani dan perusahaan untuk patuh pada standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

 * Perhutanan Sosial: Memberikan akses kelola hutan kepada masyarakat dengan syarat menjaga kelestarian pohon, bukan menebangnya.

-Intisari: Dilema di Sumut adalah cerminan perjuangan manusia modern: bagaimana cara perut tetap kenyang tanpa harus menghancurkan rumah (alam) tempat kita tinggal.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar